Chat with us, powered by LiveChat

Seorang Ibu Halangi Pesawat Lepas Landas Agar Putrinya Bisa Berbelanja

BANGKOK – Sebanyak 160 penumpang pesawat Spring Airline terpaksa menunggu selama setengah jam di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, setelah seorang wanita asal China menghalangi pesawat untuk lepas landas. Ternyata, alasan wanita itu menghalangi pesawat untuk lepas landas adalah karena putrinya belum selesai berbelanja di zona bebas bea bandara.

Pesawat tujuan Shanghai yang dijadwalkan lepas landas pada 15 Mei pukul 3.30 dini hari waktu setempat harus tertunda akibat insiden tersebut.

Berdasarkan laporan yang dilansir AsiaOne, Rabu (22/5/2019), sang ibu tampak begitu emosional saat dia berbaring di aerobridge pesawat guna mencegahnya menutup pintu dan lepas landas. Sementara itu putrinya masih sibuk berbelanja di zona bebas bea 24 jam bandara.

Video dari insiden itu awalnya di-posting di platform media sosial China, Douyin, di mana kemudian menyebar di Internet.

Klip yang tampaknya difilmkan oleh seorang pelancong dalam penerbangan, menunjukkan banyak penumpang lain yang frustrasi oleh keributan yang disebabkan wanita itu.

Di antara keributan itu, seorang kru anggota dapat terdengar menjelaskan bahwa seorang wanita jatuh sakit di aerobridge, tetapi penjelasannya dipotong oleh penumpang yang tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Pesawat itu pada akhirnya berhasil mendapat di Bandara Pudong, Shanghai, pada pukul 9.14 pagi, satu jam terlambat dari jadwal. Dalam sebuah pernyataan kepada Daily Mail, Spring Airlines mengonfirmasi bahwa insiden itu telah terjadi.

Mereka menceritakan bahwa seorang penumpang telah mencoba untuk mencegah pintu kabin ditutup dan mengklaim bahwa putrinya sudah memanggil polisi bandara untuk meminta seluruh penerbangan untuk menunggunya.

Para pengguna Weibo yang marah tidak menerima ulah wanita itu dengan baik. Banyak yang meminta otoritas pariwisata China untuk memasukkan ibu dan anak itu ke dalam daftar hitam dan agar maskapai mengambil tindakan terhadap para penumpang yang nakal.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *